AJARAN ISLAM UNTUK TUNDUK DAN PATUH TERHADAP ORANG TUA (BIRRUL WALIDAIN)

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumullah...


Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, takwa dalam arti mentaati segala ajaran-ajaran-Nya dengan melaksanakan semua perintah-Nya serta meninggalkan segala larangan-Nya, juga takwa yang dapat menumbuhkan sikap menghormati terhadap kedua orang tua kita. Kita menyadari bahwa kedua orang tua kita adalah jembatan perantara dan penyebab kelahiran kita di dunia ini. Tanpa perantara mereka kita tidak mungkin mendapat keturunan bagi kita sekalian.

Dalam kehidupan sehari-hari mereka berusaha dengan segenap kemampuan, mengasuh, mendidik serta memlihara anak-anak dari keturunan yang baik, seperti halnya seorang ayah yang mencari nafkah untuk membiayai hidup, ibu mengasuh dan mendidik kita, itu tidak lain harapan mereka agar anak-anaknya menjadi manusia yang berguna bagi agama nusa dan bangsa, Tegasnya jerih payah mereka adalah untuk kepentingan anak-anaknya. Hal inilah yang menuntut suatu penghargaan dari anak-anak, penghargaan dalam arti penghormatan dan rasa terimakasih secara wajar, kita yakin orang tua yang baik tidak akan meminta ganti rugi atau perhitungan atas biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan anak-anaknya, mereka hanya ingin melihat hasil yang terbaik buat anak-anaknya.

Dalam alqur'an tegas sekali ayat-ayat yang meperingatkan kepada kita agar berbuat baik terhadap kedua orang tua kita, Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 14 :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14). Dalam ayat alqur'an lain yaitu pada surat Al-Isra’ (17) Ayat 23
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚإِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Ayat alquran diatas menunjukkan bahwasanya rasa terimakasih sopan santun dan ketaatan terhadap kedua orang tua sangat didukung oleh ajaran Agama Islam, kita menyadari pengorbanan mereka lebih susah payah dan penderitaan yang mereka alami dengan kesabaran.

Itulah ajaran Islam menempatkan terhadap mereka di derajat yang mulia sebagaimana sabda Rosulullah SAW :
رضا الله في رضا الوالدين و سخط الله في سخط الوالدين
“Ridho Allah terletak pada kedirhoan Orang Tua, dan murka allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua.” Sungguh mulia drajat orang tua di sisi Allah hingga keridhoan dan kemurkaan Allah tergantung dari keridhoan dan kemurkaan kedua orang tua kita. Untuk itulah mari kita buktikan rasa terimakasih dan ketaatan kepada kedua orang tua kita, kita tunjukkan bahwa jerih payah mereka benar-benar memperoleh hasil yang sangat baik. Kita turuti perintah mereka kita patuhi nasehat dan anjurannya selama itu tidak bertentangan dengan ajaran Allah.

Kita pelihara mereka di hari tuanya kita bahagiakan sisa hidup mereka bagi kita yang masih satu rumah, tanggunglah keperluan mereka menurut ukuran kemampuan kita, sebaliknya bagi kita tidak tinggal serumah atau berjauhan tempat tinggalnya, usahakan sering-sering menengok dan menyambanginya dengan membawa tanda mata untuk mereka. mohonkanlah kepada Allah umur panjang dan diterima segala ibadah dan pengorbanannya, juga bagi orang tua yang sudah mendahului kita rawatlah kuburnya dengan baik, kita doakan selamat buat mereka, sebab bila di buka dan diambil dari sabda nabi Muhammad SAW :
إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ (صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)
“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). Dalam kehidupan zaman modern sekarang ini dimana kepandaian manusia semakin tinggi, banyak orang yang mengatakan bahwa orang-orang tua adalah kolot, sehingga tidak jarang seorang untuk berani menentang terhadap kedua orang tuanya, menganggap mereka orang kolot dan tidak mengerti perkembangan zaman, kata-kata mereka tidak di anggap lagi, nasehat mereka tidak pakai apalagi perintahnya, namun Allah lebih tau segala-galanya, Allah tidak merubah hambanya sebagai seorang yang mulia Allah tidak membenarkan tindakan anak yang durhaka, kita diperintahkan untuk berbuat baik dengan mereka meskipun mereka berada dijalan yang sesat.

Firman Allah SWT didalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 15
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Lukman: 15). dari ayat diatas kita memperoleh ajaran bahwa walaupun orang tua kita mengajak ajaran yang sesat kita di perintah oleh Allah SWT untuk tetap bergaul secara baik dengan mereka dan hanya ajakannya saja yang tidak boleh diikuti, apalagi mereka ditetapkan sebagai hamba Allah yang taat. Hanya lantaran mereka dianggap kolot tidak ada alasan bagi anak untuk menentang mereka, sebagai muslim baik kita menjadi orang yang kaya, orang yang besar, orang yang berkuasa, kita tetap harus melakukan hubungan baik dengan kedua orang tua kita, itulah ajaran agama Islam, hal ini hendaknya kita sadari hindarilah nafsu syaitoniah.

oleh sebab itulah mari kita tanamkan pengertian ini kepada anak-anak anda sejak mereka kecil sebagai dasar pembinaan akhlak sebab tanpa pembinaan yang baik tidak disangkal mereka akan menjadi anak-anak yang hina, tanamkan kepada mereka bahwa sikap dan perintah orang-orang tua merupakan jembatan untuk kita agar terhindar dari Siksa di dunia. Rasulullah SAW bersabda setiap dosa mungkin dimaafkan siksanya sesuai dengan kehendak Allah SWT sampai hari kiamat, kecuali dosa terhadap ibu bapak, maka sesungguhny Allah swt akan memberatkan siksa orang-orang yang berdosa terhadap orang tua pada waktu hidupnya sebelum mati. di dalam hadist lain Rosulullah SAW Bersabda : Tiga hal yang menyebabkan sia-sianya amal yaitu mempersekutukan Allah, menentang kedua orang tua atau durhaka kepada kedua orang tua, berlari dari medan pertempuran. bagaimanapun berbuat terbaik terhadap kedua orang tua adalah hak Allah sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Hak Allah atas 4 orang yang tidak akan dimasukkan ke dalam surga dan yang tidak akan merasakan kenikmatan yaitu orang yang senantiasa meminum arak, memakan harta riba, memakan harta yang tidak semestinya, dan orang yang suka membuat murka kedua orang tuanya dan durhaka kepada kedua orang tuanya. itulah yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita, maka demikian itu masukkanlah mereka ke sekolah-sekolah kita ajak mereka menghadiri pengajian-pengajian para ulama yang thoyib baik di masjid-masjid di mushola-mushola. kita berharap dengan pengajian-pengajian ini, anak-anak kita kelak menjadi orang yang taat kepada Allah dan juga baik kepada kedua orang tuanya dan baik kepada masyarakat dan bangsanya, mudah-mudahan anak-anak kita senantiasa mendapat bimbingan serta petunjuk dari Allah SWT dan berbahagialah hidup di dunia dan di akhirat.

kiranya jelaslah pendidikan anak adalah kewajiban orang tua, Rasulullah SAW Bersabda :
حَقُّ اْلوَلَدِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ وأَدَّبَهُ وَأَنْ يُعَلِّمَهُ اْلكِتَابَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَأنْ لاَيَرْزُقَهُ اِلاَّطَيِّبًا وَأَنْ يُزَوِّجَهُ اِذَا أَدْرَكَ (رواه الحاكم)

“Hak anak terhadap orang tuanya adalah, hendaklah ia (orang tua) membaguskan namanya dan mengajarkannya sopan santun, mengajarkan menulis, berenang, memanah, memberikan nafkah yang baik, dan mengawinkannya jika ia telah baligh”. (H.R. Al Hakim).

Pada hari jumat kali ini tepatnya tanggal 17 Muharram, berarti kita sudah berada di tahun 1437 H maka kiranya bertambah tahun bertambah usia kita secara hakikatnya semakin dekat kita kembali kehadirat Allah SWT. maka pada tahun-tahun sejak silam bilamana kita belum pernah melaksanakan perintah Sholat, masih kita berbuat kemaksiatan-kemaksiatan, masih kita berbuat kemungkaran-kemungkaran, masih kita berbuat yang tidak di ridhoi oleh Allah SWT, maka pada tahun 1437 H ini kita jadikan momentum untuk hijrah dari yang tidak baik menjadi baik mudah-mudahan diakhir hidup kita sekalian Allah SWT selalu memberikan hidayah dan taufiqnya, inayah dan maunahnya sehingga kita diberikan umur panjang oleh Allah SWT dan dimatikan dalam keadaan khusnul Khotimah.

dikutip dari : UST. H. MIRZAH SHOFIE
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUMUMAN

Mohon maaf atas terbatasnya informasi yang disampaikan melalui blog ini, karena blog ini masih dalam masa perkembangan, dan untuk saat ini blog ini bisa diakses melalui handphone.



Terima kasih

Label