• QURBAN TAHUN 2016

    HARI RAYA QURBAN TAHUN 2016 DI MASJID ALHIDAYAH ARROMAH DESA KURUNG KECAMATAN CEPER KABUPATEN KLATEN

  • QURBAN KAMBING 2016

    HARI RAYA QURBAN TAHUN 2016 DI MASJID ALHIDAYAH ARROMAH DESA KURUNG KECAMATAN CEPER KABUPATEN KLATEN

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

SETIAP AMALAN DALAM KESULITAN TERKANDUNG PAHALA YANG SANGAT BESAR


Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita tentang pertemuan seorang laki-laki dengan seekor anjing dalam sebuah tempat tak jauh dari sumur. Kisah perjumpaan itu dimulai ketika tenggorokan lelaki tersebut betul-betul telah kering.
Lelaki ini terus melangkah meski dahaga menyiksanya sepanjang perjalanan, hingga ia menemukan sebuah sumur, lalu terjun dan meminum air di dalamnya. Air yang mengaliri kerongkongnya cukup untuk menyembuhkan rasa haus itu. Lidahnya kembali basah, tenaganya sedikit bertambah.
Saat keluar dari lubang laki-laki ini terperanjat. Di hadapan matanya sedang berdiri seekor anjing dengan muka memelas. Napasnya kempas-kempis. Lidahnya menjulur-julur. “Anjing ini pasti mengalami dahaga sangat seperti yang telah aku derita,” kata si lelaki.
Laki-laki tersebut seperti menyadari bahwa meski haus, anjing sekarat itu tak mugkin turun ke dalam sumur karena tindakan ini bisa malah mencelakakanya. Seketika ia terjun kembali ke dalam sumur. Sepatunya ia penuhi dengan air, dan naik lagi dengan beban dan tingkat kesulitan yang bertambah. Si lelaki bahagia bisa berbagi air dengan anjing.
Apa yang selanjutnya terjadi pada lelaki itu?
Rasulullah berkata, “Allah berterima kasih kepadanya, mengampuni dosa-dosanya, lantas memasukkannya ke surga.” Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah! Apakah dalam diri binatang-binatang terkandung pahala-pahala kita?”
“Dalam setiap kesulitan mencari air terkandung pahala,” sahut Nabi.
Kisah di atas mengingatkan kita pada keharusan bersifat welas asih kepada sesama makhluk, termasuk binatang. Tapi, bukankah anjing adalah binatang haram? Bukankah keringat dan air liurnya termasuk najis tingkat tinggi dan karenanya harus dijauhi?
Setiap Amalan Dalam Kesulitan Terkandung Pahala Yang Sangat Besar , Cerita tersebut Rasulullah justru menyadarkan kita bahwa status haram dan najis tak otomatis berbanding lurus dengan anjuran membenci, melaknat, dan menghinakan. Bukankah Rasulullah pernah berujar, “Irhamû man fil ardl yarhamkum man fis samâ’ (sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.”

"Sumber: NU Online"
Share:

Dengan Dzikir, Penyakit Jantung Dan Stroke Akan Lenyap

Benarkah dzikir dapat membantu mengatasi penyakit jantung dan stroke, atau dapat mencegahnya? Bagaimana cara kerjanya?
Dzikir dalam Al Qur’an disebutkan sebagai penenang hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra’du : 28)

Manfaat Dzikir
Dalam hal penyakit jantung dan stroke, para peneliti menemukan, stress yang akut akan memicu produksi sel darah putih secara berlebihan. Sel darah putih yang berlebihan ini kemudian mengumpul pada dinding bagian dalam arteri, membatasi aliran darah, dan mendorong pembentukan bekuan yang menghalangi sirkulasi, atau menjadi pecah dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Penelitian yang dilakukan Nahrendorf beserta tim terhadap 29 pekerja medis di unit perawatan intensif (ICU), sebagai lingkungan kerja dengan depresi relatif tinggi, menemukan bahwa saat mereka bertugas, stress mengaktifkan sel-sel induk sumsum tulang, yang pada gilirannya memicu kelebihan produksi sel darah putih, yang disebut leukosit. Kondisi ini berbeda dengan hasil pemeriksaan saat mereka tidak sedang bertugas.
Nah, sel darah putih, yang penting dalam penyembuhan luka dan melawan infeksi, dapat berbalik melawan “tuan rumah mereka”, dengan konsekuensi bisa menghancurkan dengan penyakit aterosklerosis, penebalan dinding arteri disebabkan oleh penumpukan plak.
Percobaan pada tikus juga menemukan hal serupa. Tikus yang stress, sel-sel darah putih yang diproduksi berlebihan, berkumpul di bagian dalam arteri dan mendorong pertumbuhan plak. Melunaknya jaringan ikat dan terganggunya plat inilah yang menjadi penyebab khas infark miokrad (serangan jantung) dan stroke.
Sementara dzikir, seperti disebut dalam surat Ar Ra’d di atas, ia akan menetralisir ketegangan yang dialami oleh pelakunya, sehingga kondisi kejiwaannya menjadi tetap stabil dan santai. Pada orang yang kondisinya tidak tegang, dzikir akan semakin mendamaikan hatinya.
Di waktu kondisi tubuh tenang dan damai, produksi sel dan sel darah putih berjalan secara normal. Tidak kurang, juga tidak berlebihan/surplus. Dengan demikian, tidak ada jaringan ikat yang terganggu, juga tidak timbul kerusakan plak.

Kondisi jiwa yang tenang dengan dzikir juga membuat fisik tenang, termasuk denyut jantung, denyut nadi dan peredaran darah. Denyut jantung, denyut nadi dan peredaran darah yang normal relatif membuat tubuh lebih terjaga dan sistem kekebalan tubuh lebih efektif bekerja. Imunitas menjadi lebih kuat.
Jadi, dzikir relatif mampu menjaga seseorang dari penyakit yang diakibatkan oleh depresi khususnya penyakit jantung dan stroke. Sedangkan bagi orang yang terlanjur menderita sakit jantung dan stroke, dzikir juga dapat menjadi terapi untuk meringankan, bahkan menyembuhkannya. Yang perlu diingat, dzikir yang dimaksud di sini bukanlah sekedar menyebut asma-asma Allah atau kalimat thayyibah, tetapi juga meresapi maknanya sehingga mendatangkan ketenangan seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Ar Ra’du ayat 28 di atas. Wallahu A'lam.
dikutip dari : kabarmakkah













Share:

Ini Loh 10 Sifat Istri Yang Bisa Mendatangkan Rejeki Nomplok Pada Suami

Para suami tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya rejeki yang didapatnya dengan kehendak Allah SWT mengalir dengan lancar atas peran serta sang istri. Hal ini memang sulit dijelaskan dengan kasat mata, namun lewat 10 sifat ini insyaallah hal tersebut bisa direalisasikan agar rejeki semakin nomplok pada suami.

suami bawa bunga


Apa saja sifat wanita atau istri pembawa berkah tersebut?

1. Istri Yang Selalu Bersyukur

Bersyukur akan mengundang tambahan nikmat atas apa yang disyukurinya. Seorang istri yang bersyukur kepada Allah atas karunia yang telah didapatkan oleh sang suami atau keluarganya, tentu akan berdampak baik bagi keberkahan rezeki tersebut. Contoh seperti bersyukur memiliki suami yang shaleh, bersyukur menjadi seorang ibu, bersyukur atas besar kecilnya rezeki yang didapat suami dan bersyukur atas cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh suami.

Allah SWT berfirman “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: Jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (Q.S Ibrahim 7)

2. Seorang Istri Yang Tawakal

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS Ath Thalaq 3)

Seorang istri yang bertawakal kepada Allah dan ia juga tidak bekerja, maka Allah akan memberikan rezeki dari jalan lain selain kepada wanita tersebut. Contohnya saja yaitu Allah akan melebihkan rezeki pada sang suami dan suami akan memberikan nafkah yang cukup pada sang istri.

3. Istri Yang Baik Dalam Segi Agama

Hal ini telah Rasulullah jelaskan bahwa dalam menikahi seorang wanita haruslah melihat 4 kriteria yaitu hartanya, kecantikannya, keturunannya dan terakhir agamanya.

Namun Rasulullah SAW bersabda “Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR Bukhari dan Muslim). Tak hanya beruntung di dunia saja, namun juga di akherat kelak. Untuk keberuntungan di dunia, maka seorang suami akan dimudahkan untuk mendapatkan rezeki yang halal.

Sekarang ini banyak terjadi seorang suami yang bermaksiat justru diberi rezeki yang cukup melimpah. Hal ini bisa saja terjadi karena rezeki tersebut merupakan milik istri dan anak-anaknya yang tidak berdosa. Sehingga Allah mudahkan rezeki bagi suami yang bermaksiat tersebut. Dengan kata lain sang suami memiliki hutang terhadap sang istri.

4. Selalu Banyak Beristigfar

Beberapa keutamaan dari istigfar salah satunya adalah mendatangkan rezeki. Penjelasan hal ini bisa dilihat dalam Al Quran surat Nuh ayat 10 sampai 12.

“Maka aku katakan kepada mereka ‘Mohon ampun kepada Tuhanmu’ sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, meperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai untukmu” (QS Nuh 10-12)

5. Istri Yang Mempererat Tali Persaudaraan

Istri yang mempererat tali persaudaraan dengan kedua orang tua, saudara sedarah dan juga satu agama, secara tidak langsung akan melancarkan rezeki bagi sang suami. Ini karena salah satu keutamaan dari silaturahim adalah memanjangkan umur dan melapangkan rezeki.

“Siapa yang suka dilapangkan dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung silaturahim” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Istri Yang Gemar Bersedekah

Seorang istri yang menyedekahkan hartanya merupakan salah satu pancingan untuk melipatgandakan rezeki suaminya. Hal ini telah dijelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah bahwa Allah senantiasa melipatgandakan harta hingga 700 kali lipat bagi mereka yang bersedekah.

Penambahan rezeki tersebut tidak langsung melalui tangan sang istri. Namun bisa jadi rezeki akan mengalir deras melalui sang suami atau mudah dan lancarnya pekerjaan sang suami.

7. Istri Yang Bertakwa

Seorang manusia yang bertakwa kepada Allah maka akan mendapatkan jaminan rezeki yang bahkan tidak disangka-sangka. Hal ini pula yang dijelaskan oleh Allah dalam Al Quran surat Alh thalaq 2 dan 3.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS Ath Thalaq 2-3)

8. Istri Yang Senantiasa Mendoakan Suami

Seorang yang ingin mendapatkan sesuatu dan tahu siapa pemilik hal tersebut, maka dengan sungguh-sungguh ia akan meminta kepada pemilik tersebut. Begitu pula dengan rezeki dimana pemiliknya tak lain adalah Allah SWT yang Pemberi Rezeki. Cobalah untuk berdoa kepadanya selain dari usaha duniawi atau ikhtiar yang dilakukan. Yakinlah bahwa setiap doa yang dipanjatkan terutama untuk kebaikan, maka Allah akan mengabulkannya.

“Dan Tuhanmu Berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS Ghafir 60)

9. Melakukan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki keutamaan untuk melancarkan rezeki. Shalat Dhua dua rakaat sama dengan bersedekah 360 kali yang merupakan pengganti hutang atas setiap persendian. Sementara shalat Dhuha empat rakaat akan menjamin rezekinya seharian penuh.

“Didalam tubuh manusia terdapat 360 sendi yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya. Para sahabat bertanya ‘Siapakah yang mampu melakukannya wahai Nabiyullah?’ Beliau menjawab: ‘Engkau membersihkan dahak yang ada di masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupimu” (HR Abu Dawud)

10. Taat Dalam Melayani Suami

Kewajiban seorang wanita yang telah menikah adalah taat kepada suami. Ketaatan tersebut belaku hanya jika sang suami tidak mendurhakai Allah dan RasulNya.

Hubungannya dengan rejeki tentulah ada dimana dengan ketaatan, sang suami akan memiliki perasaan damai dan tentram. Dampak baiknya adalah pikiran suami akan lebih jernih dan semangatnya dalam bekerja dan beribadah pun semakin giat.

Maka dari itu jadilah pribadi istri yang selalu memberikan manfaat agar kehidupan berumah tangga bukan hanya hidup bersama melainkan sukses dunia akhirat bersama-sama.

Nah, demikianlah 10 Sifat Istri Yang Bisa Mendatangkan Rejeki Nomplok Pada Suami, Semoga para istri menyadarinya. Insyaallah rejeki akan nomplok dengan sendirinya pada suami jika anda melaksanakan 10 hal diatas.

dikutip : kabarmakkah.com
Share:

Sudahkah Melaksanakan Sholat Dhuha Pagi Ini?

Sahabatku yang dirahmati Allah, bacalah kabar gembira dari Rasulullah SAW, berita ini ditujukan khususnya bagi penikmat dhuha.

Sholat Dhuha


“Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sedekah, maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan setiap dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).

Dari Abu Hurairah, kekasihku Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at dhuha dan witir sebelum tidur. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).

“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Tirmuidzi)

 “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak akan bangun karena mulai panas tempat berbaringnya”. (HR Muslim)

Allah memberkahi waktu dhuha dengan surah Adh Dhuha… Ayoo semangat membiasakannya walau hanya dua rakaat!

dikutip: kabarmakkah.com
Share:

AJARAN ISLAM UNTUK TUNDUK DAN PATUH TERHADAP ORANG TUA (BIRRUL WALIDAIN)

Ma'asyirol Muslimin Rohimakumullah...


Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, takwa dalam arti mentaati segala ajaran-ajaran-Nya dengan melaksanakan semua perintah-Nya serta meninggalkan segala larangan-Nya, juga takwa yang dapat menumbuhkan sikap menghormati terhadap kedua orang tua kita. Kita menyadari bahwa kedua orang tua kita adalah jembatan perantara dan penyebab kelahiran kita di dunia ini. Tanpa perantara mereka kita tidak mungkin mendapat keturunan bagi kita sekalian.

Dalam kehidupan sehari-hari mereka berusaha dengan segenap kemampuan, mengasuh, mendidik serta memlihara anak-anak dari keturunan yang baik, seperti halnya seorang ayah yang mencari nafkah untuk membiayai hidup, ibu mengasuh dan mendidik kita, itu tidak lain harapan mereka agar anak-anaknya menjadi manusia yang berguna bagi agama nusa dan bangsa, Tegasnya jerih payah mereka adalah untuk kepentingan anak-anaknya. Hal inilah yang menuntut suatu penghargaan dari anak-anak, penghargaan dalam arti penghormatan dan rasa terimakasih secara wajar, kita yakin orang tua yang baik tidak akan meminta ganti rugi atau perhitungan atas biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan anak-anaknya, mereka hanya ingin melihat hasil yang terbaik buat anak-anaknya.

Dalam alqur'an tegas sekali ayat-ayat yang meperingatkan kepada kita agar berbuat baik terhadap kedua orang tua kita, Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 14 :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14). Dalam ayat alqur'an lain yaitu pada surat Al-Isra’ (17) Ayat 23
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚإِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Ayat alquran diatas menunjukkan bahwasanya rasa terimakasih sopan santun dan ketaatan terhadap kedua orang tua sangat didukung oleh ajaran Agama Islam, kita menyadari pengorbanan mereka lebih susah payah dan penderitaan yang mereka alami dengan kesabaran.

Itulah ajaran Islam menempatkan terhadap mereka di derajat yang mulia sebagaimana sabda Rosulullah SAW :
رضا الله في رضا الوالدين و سخط الله في سخط الوالدين
“Ridho Allah terletak pada kedirhoan Orang Tua, dan murka allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua.” Sungguh mulia drajat orang tua di sisi Allah hingga keridhoan dan kemurkaan Allah tergantung dari keridhoan dan kemurkaan kedua orang tua kita. Untuk itulah mari kita buktikan rasa terimakasih dan ketaatan kepada kedua orang tua kita, kita tunjukkan bahwa jerih payah mereka benar-benar memperoleh hasil yang sangat baik. Kita turuti perintah mereka kita patuhi nasehat dan anjurannya selama itu tidak bertentangan dengan ajaran Allah.

Kita pelihara mereka di hari tuanya kita bahagiakan sisa hidup mereka bagi kita yang masih satu rumah, tanggunglah keperluan mereka menurut ukuran kemampuan kita, sebaliknya bagi kita tidak tinggal serumah atau berjauhan tempat tinggalnya, usahakan sering-sering menengok dan menyambanginya dengan membawa tanda mata untuk mereka. mohonkanlah kepada Allah umur panjang dan diterima segala ibadah dan pengorbanannya, juga bagi orang tua yang sudah mendahului kita rawatlah kuburnya dengan baik, kita doakan selamat buat mereka, sebab bila di buka dan diambil dari sabda nabi Muhammad SAW :
إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ (صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)
“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). Dalam kehidupan zaman modern sekarang ini dimana kepandaian manusia semakin tinggi, banyak orang yang mengatakan bahwa orang-orang tua adalah kolot, sehingga tidak jarang seorang untuk berani menentang terhadap kedua orang tuanya, menganggap mereka orang kolot dan tidak mengerti perkembangan zaman, kata-kata mereka tidak di anggap lagi, nasehat mereka tidak pakai apalagi perintahnya, namun Allah lebih tau segala-galanya, Allah tidak merubah hambanya sebagai seorang yang mulia Allah tidak membenarkan tindakan anak yang durhaka, kita diperintahkan untuk berbuat baik dengan mereka meskipun mereka berada dijalan yang sesat.

Firman Allah SWT didalam Al-Qur'an Surat Luqman ayat 15
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Lukman: 15). dari ayat diatas kita memperoleh ajaran bahwa walaupun orang tua kita mengajak ajaran yang sesat kita di perintah oleh Allah SWT untuk tetap bergaul secara baik dengan mereka dan hanya ajakannya saja yang tidak boleh diikuti, apalagi mereka ditetapkan sebagai hamba Allah yang taat. Hanya lantaran mereka dianggap kolot tidak ada alasan bagi anak untuk menentang mereka, sebagai muslim baik kita menjadi orang yang kaya, orang yang besar, orang yang berkuasa, kita tetap harus melakukan hubungan baik dengan kedua orang tua kita, itulah ajaran agama Islam, hal ini hendaknya kita sadari hindarilah nafsu syaitoniah.

oleh sebab itulah mari kita tanamkan pengertian ini kepada anak-anak anda sejak mereka kecil sebagai dasar pembinaan akhlak sebab tanpa pembinaan yang baik tidak disangkal mereka akan menjadi anak-anak yang hina, tanamkan kepada mereka bahwa sikap dan perintah orang-orang tua merupakan jembatan untuk kita agar terhindar dari Siksa di dunia. Rasulullah SAW bersabda setiap dosa mungkin dimaafkan siksanya sesuai dengan kehendak Allah SWT sampai hari kiamat, kecuali dosa terhadap ibu bapak, maka sesungguhny Allah swt akan memberatkan siksa orang-orang yang berdosa terhadap orang tua pada waktu hidupnya sebelum mati. di dalam hadist lain Rosulullah SAW Bersabda : Tiga hal yang menyebabkan sia-sianya amal yaitu mempersekutukan Allah, menentang kedua orang tua atau durhaka kepada kedua orang tua, berlari dari medan pertempuran. bagaimanapun berbuat terbaik terhadap kedua orang tua adalah hak Allah sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Hak Allah atas 4 orang yang tidak akan dimasukkan ke dalam surga dan yang tidak akan merasakan kenikmatan yaitu orang yang senantiasa meminum arak, memakan harta riba, memakan harta yang tidak semestinya, dan orang yang suka membuat murka kedua orang tuanya dan durhaka kepada kedua orang tuanya. itulah yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita, maka demikian itu masukkanlah mereka ke sekolah-sekolah kita ajak mereka menghadiri pengajian-pengajian para ulama yang thoyib baik di masjid-masjid di mushola-mushola. kita berharap dengan pengajian-pengajian ini, anak-anak kita kelak menjadi orang yang taat kepada Allah dan juga baik kepada kedua orang tuanya dan baik kepada masyarakat dan bangsanya, mudah-mudahan anak-anak kita senantiasa mendapat bimbingan serta petunjuk dari Allah SWT dan berbahagialah hidup di dunia dan di akhirat.

kiranya jelaslah pendidikan anak adalah kewajiban orang tua, Rasulullah SAW Bersabda :
حَقُّ اْلوَلَدِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ وأَدَّبَهُ وَأَنْ يُعَلِّمَهُ اْلكِتَابَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَأنْ لاَيَرْزُقَهُ اِلاَّطَيِّبًا وَأَنْ يُزَوِّجَهُ اِذَا أَدْرَكَ (رواه الحاكم)

“Hak anak terhadap orang tuanya adalah, hendaklah ia (orang tua) membaguskan namanya dan mengajarkannya sopan santun, mengajarkan menulis, berenang, memanah, memberikan nafkah yang baik, dan mengawinkannya jika ia telah baligh”. (H.R. Al Hakim).

Pada hari jumat kali ini tepatnya tanggal 17 Muharram, berarti kita sudah berada di tahun 1437 H maka kiranya bertambah tahun bertambah usia kita secara hakikatnya semakin dekat kita kembali kehadirat Allah SWT. maka pada tahun-tahun sejak silam bilamana kita belum pernah melaksanakan perintah Sholat, masih kita berbuat kemaksiatan-kemaksiatan, masih kita berbuat kemungkaran-kemungkaran, masih kita berbuat yang tidak di ridhoi oleh Allah SWT, maka pada tahun 1437 H ini kita jadikan momentum untuk hijrah dari yang tidak baik menjadi baik mudah-mudahan diakhir hidup kita sekalian Allah SWT selalu memberikan hidayah dan taufiqnya, inayah dan maunahnya sehingga kita diberikan umur panjang oleh Allah SWT dan dimatikan dalam keadaan khusnul Khotimah.

dikutip dari : UST. H. MIRZAH SHOFIE
Share:

Tips Khusyu’ dalam Shalat

Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. …

Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyu’ umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh. Berikut ini adalah tips sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat. Akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.

Karenanya, usahakan agar sebelum shalat anda dalam kondisi tenang. Lebih baik jika Anda telah berada di mesjid atau mushalla anda sebelum adzan berkumandang, agar memiliki waktu luang untuk konsentrasi dan menenangkan pikiran, baru kemudian ikuti tips di bawah.

Tahukah Anda, bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam shalat memiliki makna dan jawaban tertentu?

Tidak tahu? Kalau begitu perhatikan tips berikut dengan baik.

Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.

Ucapan Allahu Akbar: Tidak ada yang lebih besar dari Allah, camkan itu!

Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.

Berdiri: ketahuilah, bahwa Anda sedang berdiri menghadap Allah.

Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.

Al Fatihah: Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan: Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamien (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: “hamidani ‘abdi” (hamba-Ku memuji-Ku).

Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim” (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: “Atsna ‘alayya ‘abdi” (hamba-Ku memujiku lagi).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Maaliki yaumiddien” (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: “Majjadani ‘abdi” (hamba-Ku menyanjung-Ku).

Jika hamba-Ku mengatakan: “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…

Jika hamba-Ku mengatakan: “Ihdinassiraatal mustaqiem… dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).

Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al Fatihah bersikaplah seakan Anda mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya.

Ruku’: Bungkukkan punggung Anda untuk Allah saja, dan tundukkan hati Anda bersamanya.

Berdiri dari ruku’: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung Anda tegak kembali.

Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.

Duduk lalu sujud yang kedua: bersimpuhlah di hadapan Allah, dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali !

Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu !

Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam Anda. Nabi bersabda:

ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام

“Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.

‘Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.

‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanyalah suri teladan terbaik. Dan berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.

Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…

Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.

— Penutup Shalat —

Istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.

Bacalah: ‘Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.

Lalu bacalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat anda yang berikutnya juga sempurna.

Share:

PENGUMUMAN

Mohon maaf atas terbatasnya informasi yang disampaikan melalui blog ini, karena blog ini masih dalam masa perkembangan, dan untuk saat ini blog ini bisa diakses melalui handphone.



Terima kasih

Label